Showing posts with label Seputar Bayi. Show all posts
Showing posts with label Seputar Bayi. Show all posts

Monday, July 4, 2011

Rahasia Sifat-Sifat Anak Kecil Yang Berciri Sukses Disaat Dewasa Kelak

www.balita-anda.com-bareng

Orang tua memegang peran penting dalam mendidik anak, namun apabila orangtua lengah terhadap anak didiknya maka peran itu akan langsung diambil alih oleh lingkungannya,dan jangan  menyesal...........jika segalanya terlanjur salah ?? 

Pembaca budiman , apakah anda punya anak yg masih kecil ? atau memiliki ponakan yg seumuran 2-5th atau anda sudah punya cucu seumur itu ?
Anak yg berumur 2-5tahun tingkah mereka lucu-lucu,asik namun seringkali tingkah mereka itu juga bisa bikin kita merasa "sebel" dan bikin kita emosi , anak kecil seumuran 2-5th seringkali berulah macam-macam yg menjengkelkan,aneh dan bikin kita sebagai orangtua pusing mendidiknya

Nah, Namun sedikit orang tau bahwa anak kecil yg menyebalkan ,aneh dan terlanjur kita cap sebagai anak yg nakal pada umur segitu. sesungguhnya memiliki rahasia menakjubkan yg diungkap mereka setelah mereka dewasa kelak.

Keadaan malah berbalik saat mereka dewasa kelak akan menjadi anak yg membanggakan orangtuanya.

Apakah anak anda seperti ini ? 

Inilah ciri-ciri dan sifat anak kecil yg ( padahal ) memiliki keberhasilan ketika mereka dewasa kelak !
1.) Anak yg Hyper-aktif atau Tidak mau diam ataupula tidak bisa duduk tenang. 

Ciri-ciri Anak Hiperaktif:

1. Tidak FokusMisalnya, anak Anda hiperaktif. Maka, kebanyakan dari kegiatan yang sedang dia lakukan tidak bisa bertahan lama. Saat dia bermain bola, kemudian ada anak lain yang melintas di depan sambil membawa balon, dia akan membuang bolanya dan ikut bermain balon bersama anak lain. Begitu ada anak lain yang berbeda, dia bisa mengalihkan perhatiannya untuk mengikuti anak tersebut. Anak hiperaktif tidak bisa bertahan diam lebih dari 5 menit. Anak ini juga suka berteriak-teriak tidak jelas, dan berbicara semaunya. Juga memiliki sikap yang tidak mudah dipahami.

2. Sifat MenentangAnak hiperaktif lebih sulit dinasehati dari pada anak non-hiperaktif. Misal, ia sedang bermain naik turun tangga dan kita memintanya untuk berhenti, ia akan diam saja atau marah dengan tetap melanjutkan bermain. 

3. DestruktifSebagai perusak ulung, anak hiperaktif harus dijauhkan dari ruangan yang banyak benda-benda berharga atau barang pecah belah dan sejenisnya. Sikap yang suka melempar, menghancurkan barang inilah yang disebut destruktif. 

4. Tidak Mengenal LelahTidak akan tampak kelelahan saat ia bermain maupun setelah ia bermain. Setiap hari berlari, berjalan dan melakukan kegiatan tanpa tujuan jelas, bergerak terus adanya.

5. Tanpa Tujuan JelasAnak aktif membuka buku untuk dibaca, anak hiperaktif membuka buku untuk disobek, dilipat-lipat, atau dibolak balik saja tanpa membaca.

6. Bukan Penyabar yang Baik Dan UsilSering saat bermain, ia dengan tidak sabar mengambil mainan dengan paksa. Tidak suka jika menunggu giliran bermain. Suka mendorong, mencubit, atau memukul tanpa alasan.

Anak hiperaktif memiliki kelebihan disamping kekurangannya itu. Tentunya orang tua sangat diharapkan lebih menaruh perhatian khusus kepada anak hiperaktif. Bukan berarti melebihkan dari anak lainnya, tetapi harus mendidik dengan cara yang berbeda dengan biasanya. 

Sesungguhnya anak-anak seperti ini kelak akan menjadi anak yg sangat dinamis, kelak ketika saat mereka dewasa nanti mereka akan mampu mengerjakan tugas dalam waktu yg bersamaan, atau malah memimpin lebih dari satu perusahaan tanpa merasa kesulitan sama sekali.

2.) Anak yg Keras kepala atau Susah Sekali Diatur. 

Anak yg susah diatur contohnya:  Selalu saja sulit kalau disuruh mandi sore, bandel bila disuruh membereskan buku-bukunya yang berserakan, tidak mau disuruh gosok gigi sebelum tidur, dan sebagainya.  tetapi begitu pulang sekolah suasana rumah jadi kacau. Rumah jadi berantakan, rasanya tidak selesai-selesai merapikan rumah. Kalau sudah begini banyak orangtua menjadi sering marah-marah dan stres.

Empat Jenis Anak Pemberontak 
1. Menyukai kontrol. Dibandingkan anak-anak lain, anak dari golongan ini sangat menyukai kontrol. Mereka mau melakukan apa saja, bahkan sesuatu yang hasilnya berlawanan asal mereka bisa mendapat,mempertahankan, dan merebut kembali kontrol di tangannya.
2. Memanfaatkan keadaan sekitar. Biasanya mereka sangat cepat menagkap respons orang lain dan memanfaatkan respons tersebut untuk kepentingan sendiri, baik di lingkungan sosial maupun di lingkungan keluarga. Kelak kemampuan membaca reaksi orang lain ini bisa berguna. Tapi bagi anak-anak, kemampuan eksploitif ini digunakan untuk memanfaatkan orang lain dan membuat Anda pusing.
3. Tidak melihat keterlibatan dirinya dalam suatu persoalan. Bukan hanya tidak melihat dirinya berperan dalam suatu persoalan, tetapi juga meyakinkan diri bahwa orang lain di sekitarnyalah yang dengan sengaja menimbulkan persoalan.
4. Toleransi tinggi terhadap hal-hal negatif. Mereka suka membangkitkan kemarahan, dan hal negatif orang lain. Dan sering berhasil melakukan hal tersebut. (sumber : Try and Make Me, Ray Levy, Ph.D)

Padahal sesungguhnya anak-anak seperti ini kelak ketika mereka dewasa nanti akan punya prestasi menakjubkan dan sanggup menjadi pemimpin-pemimpin perusahaan atau pemimpin instansi yg sangat berhasil dengan peningkatan karir yg amat sangat pesat.

3.) Anak yg Pemalu dan Sulit Sekali Bergaul. 

Contoh : Anak ini senang sekali menyendiri dan melakukan sesuatu di dalam kamarnya,dan bahkan  anak ini   sangat cengeng sekali.

Perasaan malu adalah perasaan gelisah yang dialami seseorang terhadap pandangan orang lain atas dirinya. Ada yang mengartikannya sebagai sesuatu yang "aneh", "hati-hati", "curiga" dan sebagainya. Pada umumnya sejak lahir manusia telah memiliki sedikit perasaan malu, namun bila perasaan itu telah berubah menjadi semacam rasa takut yang berlebihan, maka hal itu akan menjadi suatu fobia, yaitu takut mengalami tekanan dari orang lain atau takut menghadapi masyarakat. Anak yang pemalu selalu menghindar dari keramaian dan tidak dapat secara aktif bergaul dengan temannya yang lain.
Guru tidak mudah mengetahui apakah muridnya seorang pemalu, sebab pada umumnya mereka tidak suka berbuat kegaduhan atau masalah. Sifat pemalu dapat menjadi masalah yang cukup serius sebab akan menghambat kehidupan anak, misalnya dalam pergaulan, pertumbuhan harga diri, belajar, dan penyesuaian diri. Umumnya ciri anak pemalu ialah terlalu sensitif, ragu-ragu, terisolir, murung, dan juga sulit bergaul. Jadi mereka perlu diberi bantuan.

PENYEBAB MASALAH

1. Unsur Keturunan
Hal ini merupakan faktor yang tidak langsung dan belum pasti. Sejak lahir anak tersebut terlihat agak sensitif dan kemungkinan hal itu terjadi karena pembawaan saat ibu yang ketika sedang mengandung mengalami tekanan jiwa maupun fisik. Namun ini juga belum dapat menjadi suatu bukti yang kuat apakah kelak anak yang sensitif itu akan menjadi seorang pemalu.
2. Masa Kanak-kanak Kurang Gembira
Ada sebagian anak yang mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan pada masa kanak-kanaknya. Misalnya orangtua sering berpindah- pindah, orangtua bercerai, orangtua meninggal, dipaksa pindah sekolah atau dihina oleh teman dan sebagainya. Semua pengalaman itu mengakibatkan terganggunya hubungan sosial mereka dengan lingkungan, suka menghindar atau mundur, dan tidak berani bergaul dengan orang yang tidak dikenal.
3. Kurang Bermasyarakat
Sifat pemalu akan terjadi bila anak hidup dengan latar belakang di mana ia diabaikan oleh orangtuanya, atau dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang mengasingkan diri, terlalu dikekang sehingga mereka tidak dapat mengalami hubungan sosial yang normal dengan masyarakat.
4. Perasaan Rendah Diri
Mungkin perasaan malu itu timbul karena anak bertubuh pendek, bersikap kaku atau punya kebiasaan yang jelek, lalu berusaha untuk menutupinya dengan cara menyendiri atau menghindari pergaulan dengan orang lain. Karena kurang rasa percaya diri dan beranggapan dirinya tidak sebanding dengan orang lain, ia tidak suka memperlihatkan diri di keramaian.
5. Pandangan Orang Lain
Banyak anak yang menjadi pemalu karena pandangan orang lain yang telah merasuk ke dalam dirinya sejak kecil. Mungkin orang dewasa sering mengatakan bahwa ia pemalu, bahkan guru dan teman-teman juga berpendapat sama, sehingga akhirnya ia benar-benar menjadi seorang pemalu.

Padahal anak-anak seperti ini kelak akan menjadi anak yg unggul di bidang sains dan teknologi, atau bisa juga mereka menjadi seniman2 dan maestro kelas dunia, mereka adalah anak-anak yg peka dan penuh cinta kasih,terutama cinta kasih  terhadap pada orangtuanya.


4.) Anak yg Terlalu Cerewet dan Tidak Tahu Malu pada lingkungannya.

Contoh : Anak ini bahkan cenderung sering membuat orangtuanya malu-maluin 

Jadi anak kecil sering serba salah. Sedikit bicara, orangtua prihatin. Banyak cakap, bikin sebel bin senewen. Menghadapi bocah "bawel", bagaimana meladeninya? Betulkah itu juga cermin tingginya intelektualitas anak?
Usai gladi resik untuk pementasan musik, sekelompok anak yang tergabung dalam sebuah paduan suara berhamburan keluar dari sebuah gedung pertunjukan. Riuh rendah suara mereka, mirip tawon keluar dari sarangnya. Maklum anak-anak. Tapi, coba simak bocah yang satu ini.
"Ma, Mama, lihat enggak tadi aku di panggung. Yang berdiri di sebelahku namanya Nia. Dia teman sekolahku. Mama tahu 'kan. Nah, anak kecil di depannya, yang rambutnya dikuncir dua, itu lo yang bajunya pink, Mama lihat 'kan? Gayanya dia 'kan salah ya, Ma. 'Kan mestinya badannya enggak ikut goyang, cuma kepalanya aja. Iya 'kan Ma? Eh, Ma, Ma, Si Nia itu 'kan juga ngeles balet di sanggar deket rumah kita. Itu lo Ma, yang di halamannya ada pohon mangganya. Tahu 'kan Ma ...."
Dibaca saja mungkin bikin capek, apalagi kalau mendengar langsung kalimat-kalimat yang meluncur dari bocah perempuan berumur lima tahun itu. Tanpa bisa disela, ia masih terus bicara bahkan ketika sudah masuk ke mobil yang membawa mereka pulang. Ibunya gamang, tak tahu harus bagaimana meladeni anaknya yang tergolong talkative atau "cerewet" ini. Dibentak, dijewer, atau dibungkam?
Apakah putra atau putri Anda yang masih balita juga punya kecenderungan macam itu? Berbahagialah Anda kalau demikian, sebab di satu sisi itu bisa jadi pertanda anak memiliki tingkat intelektualitas yang oke. Tapi, di lain sisi Anda perlu prihatin, karena hal itu bisa menunjukkan ada sesuatu yang salah dalam dirinya; apalagi kalau materi yang dibicarakan melompat-lompat.

Padahal anak-anak seperti ini akan menjadi anak yg terkenal ketika mereka dewasa kelak, anak-anak seperti ini sungguh memiliki bakat unjuk keberanian saat mereka tampil didepan umum dan kemampuan mereka untuk berekspresi.


Begitulah sejarah telah membuktikan secara berkali-kali bahwa anak yg dulu ketika mereka kecil yg dianggap sebagai anak yg aneh,bodoh dan menyebalkan seperti "ulat bulu"namun nyatanya setelah mereka dewasa malah menjadi orang-orang yg sukses dan terkenal dikehidupan.

Anak-anak ini yg dulu dianggap bermasalah layaknya seperti tingkah "ulatbulu" yg menjijikan,gatal dan cocok untuk disingkirkan padahal sesungguhnya adalah anak-anak yg belajar mengenali diri dan lingkungannya pada saat mereka kecil 
dengan didikan orang tua yg mendidiknya secara "cerdas" berarti membantu anak-anak siap untuk ber"metamorfosis" ketika kelak dewasa nanti.
Orang tua diharap mampu mendidik dengan segala cara yang cerdas dan tetap sabar dalam menangani anak-anak yg dianggap seperti "ulat bulu" ini.

Sumber : www.balita-anda.com
Read More..

Monday, June 6, 2011

Atasi Biang Keringat Pada Bayi

Kulit memerah dan rasa gatal yang tak tertahan, membuat bayi rewel. Segera atasi biang keringat pada bayi dan cegah sebisa mungkin.

Coba periksa dahi, leher dan bagian tubuhnya yang tertutup pakaian. Jika ada bintil-bintil kecil berwarna merah yang kadang-kadang berisi air, dengan disertai atau tidak kulit yang tampak kemerahan, maka mungkin dia mengalami gangguan kulit yang dikenal dengan nama keringat buntet atau biang keringat. Dalam istilah kedokteran disebut sebagai miliaria.

Hindari banyak keringat. Kulit bayi masih dalam tahap perkembangan dan penyempurnaan. Misalnya saja, proses penyerapan dan pengeluaran keringat belum berjalan semestinya. Akibatnya, sering dijumpai bayi yang berkeringat berlebihan. Jika pori-pori kulitnya tersumbat, keringat yang dihasilkannya akan  mengalir/merembes ke kulit di dekatnya. Kondisi inilah yang memicu timbulnya biang keringat di beberapa bagian tubuhnya.

Biang keringat bisa kambuh berulang-ulang, terutama ketika suhu udara sedang panas. Beberapa hal yang dapat   Anda lakukan untuk mengurangi timbulnya  biang keringat pada bayi adalah:

  • Menjaga kenyamanan lingkungan di sekitar  bayi.  Misalnya, kamarnya bersih,  tidak panas dan tidak lembab, serta memiliki sirkulasi udara  yang baik.
  • Memakaikan baju yang terbuat dari jenis-jenis bahan yang mudah menyerap keringat,   lembut, dan tidak ketat pada bayi. 
  • Setiap kali dia berkeringat, segera usap dengan menggunakan waslap basah, lalu keringkan dengan handuk yang lembut.  Jika perlu, ganti bajunya yang basah dengan baju yang kering dan bersih.
  • Jaga kebersihan tubuh bayi sepanjang hari dengan cara memandikannya, jika terlalu banyak keringat yang keluar.
  • Jangan membubuhkan bedak pada kulit bayi yang basah, karena bedak menghambat keluarnya keringat.
  • Tidak mengoleskan baby oil, baby lotion atau baby cream pada sekujur tubuhnya sepanjang waktu. Gunakanlah produk tersebut sesuai kebutuhan, misalnya jka kulit bayi tampak kering.  Kulit yang kering lebih akan menghambat keluarnya keringat dan memudahkan infeksi bakteri.

Jika bayi sudah mengalami biang keringat, lakukan langkah-langkah untuk mengatasinya. Untunglah, sebagian besar biang keringat akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. 

Sumber : www.ayahbunda.co.id

Read More..

Gigi Bayi Anda Muncul..Jangan Khawatir..

Sebenarnya tumbuhnya gigi bayi sudah dimulai sejak ia masih berupa janin. Namun karena pertumbuhannya masih di dalam rahang, maka proses ini tidak terlihat oleh mata kita. Makanya istilah yang lebih tepat untuk menamakan proses keluarnya gigi pada bayi sebenarnya bukan tumbuh, tapi “muncul”.
Gigi pertama akan muncul biasanya ketika bayi berusia 5-7 bulan. Nah, jika bayi Anda seusia ini dan Anda sering melihatnya memasukkan kepalan tangannya (atau benda lainnya) ke dalam mulutnya, maka kemungkinan besar tak lama lagi gigi pertamanya akan muncul.

Apa Tanda-tanda Munculnya Gigi Bayi Anda?
Tanda-tanda lain munculnya gigi adalah tingkahnya yang rewel, sering menangis dan selalu senang menggigit-gigit apa saja yang bisa dipegangnya.
Selain itu, bayi Anda akan banyak mengeluarkan air liur (ini sebenarnya berguna untuk mendinginkan gusinya yang agak bengkak akibat proses tumbuhnya gigi), ia akan merasakan sedikit rasa sakit pada gusinya, nafsu makannya akan berkurang dan mungkin ia akan mengalami demam ringan.

Apakah Proses Munculnya Gigi Menyebabkan Bayi Mengalami Demam Tinggi, Pilek dan Diare?
Banyak orang tua yang menghubungkan proses munculnya gigi bayi dengan beberapa penyakit yang sebenarnya secara medis tidak ada hubungannya.
Perlu Anda ketahui, bahwa proses munculnya gigi tidak akan sampai menimbulkan demam tinggi, pilek, ataupun diare pada bayi Anda. Jika anak Anda sangat rewel, menderita demam tinggi bahkan diare, sebaiknya Anda periksakan ke dokter anak, karena ini semua tidak ada hubungannya dengan proses munculnya gigi.

Apa yang Bisa Anda Berikan Kepadanya?
Untuk meringankan proses munculnya gigi pada bayi, Anda bisa memberikan benda yang sifatnya keras dan dingin, diantaranya:
  • .       Ring mainan keras khusus untuk bayi yang sedang muncul giginya
  • .      Kain handuk kecil yang telah direndam dalam air dingin
  • .      Donat yang dibekukan (setelah ia mencair dan mulai hancur, ambil dari bayi Anda)

Ada baiknya jika Anda selalu menyediakan ring mainan plastik untuk digigit olehnya. Anda bisa memasukkan ring plastik ini ke dalam lemari pendingin terlebih dulu, tapi jangan disimpan dalamfreezer. Menyimpan ring mainan ini dalam freezer bahkan bisa merusak gusi si kecil.

Gigi yang Pertama Kali Muncul?
Gigi yang pertama kali akan muncul biasanya adalah 2 gigi seri bagian bawah. Selanjutnya diikuti oleh 4 gigi seri bagian atas.

Tambahan:
Memang munculnya gigi pada bayi tidak bisa disamaratakan.
Ada bayi yang sudah muncul giginya pada usia 4 bahkan 3 bulan. Ada juga yang sudah berusia 12 bulan tapi belum muncul gigi SATU pun.
Faktor keturunan sangat berpengaruh.
Mungkin Anda dan/atau suami Anda pun memiliki sejarah yang sama..

Kapan Situasi Jadi Serius?
Jika anak hingga berusia 14 bulan masih belum memiliki SATU gigi pun, maka bisa jadi ini merupakan “ectodermal dysplasia”, sebuah kelainan yang berhubungan dengan faktor keturunan juga.

Sumber : www.tipsbayi.com
Read More..

Sunday, June 5, 2011

Jangan Suka Mengguncang Bayi, Karena Itu Berbahaya


Tahukah Anda, beberapa tahun silam, ahli kedokteran mengidentifikasi satu jenis penyakit yang serius pada bayi, namanya “Sindrom Kematian Mendadak” –> Salah satu pemicunya ini adalah guncangan pada tubuh bayi.


Pernah melihat orangtua yang melempar-lemparkan bayinya ke udara lalu menangkapnya untuk mendengar sang bayi tertawa? Atau mengguncang-guncang bahunya keras sambil berekspresi lucu?


Jika Anda melakukan demikian, maka berhentilah segera. Dan jika melihat orang lain berbuat begitu pada bayi mereka, cegahlah, karena sangat berbahaya.

Selain itu, rata-rata sekitar 100 bayi di Jerman setiap tahun mengalami kerusakan parah di otak karena mereka diguncang-guncang pengasuhnya, yang hampir di semua kasus, “terlalu terbebani”.

Laporan mengenai angka tersebut berdasarkan sensus dari unit penyakit langka anak-anak di Jerman. Asosiasi
dokter anak di Jerman memperkirakan angka bayi yang mengalami trauma akibat diguncang-guncang, sebenarnya lebih tinggi lagi.
“Guncangan keras selama lima detik saja sudah cukup untuk merusak fungsi-fungsi otak,” kata profesor Hans-Juergen Nentwich, anggota dewan direktur asosiasi tersebut.

Mengapa guncangan pada bayi bisa bermuara pada kematian?

Menurut ahli kedokteran tadi, ini dikarenakan bayi yang masih sangat muda belum bisa menahan kepalanya sendiri lantaran otot lehernya yang lemah. Akibatnya, jika bayi terguncang badannya, kepalanya akan bergoyang ke depan dan belakang.


Goyangan ini yang mengakibatkan kerusakan otak serta pendarahan di dalam otak dan pada permukaan otak, sehingga dapat menimbulkan masalah serius pada otak sang bayi, dan dapat mengakibatkan masalah yang berlangsung permanen, seperti :

1. Kerusakan otak

2. Cerebral palsy

3. Kebutaan

4. Epilepsi

5. Kesulitan berbicara

6. Kesulitan belajar

7. Kesulitan koordinasi

8. Serangan jantung

9. Keterbelakangan mental



Berikut adalah TIPS untuk Mencegah

* JANGAN PERNAH MENGGUNCANG BAYI di bawah umur 3 tahun, dengan alasan apapun juga.


* Saat Anda menggendong bayi anda, JANGAN LUPA UNTUK SELALU MENYANGGA KEPALA bayi Anda dengan tangan.



* Beritahukan pentingnya melindungi kepala bayi Anda KEPADA BABY SITTER atau pengasuh bayi anda.

* PASTIKAN semua orang yang dekat dan sering menggendong bayi anda tahu benar bahayanya seorang bayi jika diguncang-guncang atau digoyang.

* Jika dengan sengaja/tidak sengaja, anda mengguncang-guncang bayi anda, SEGERA BAWA BAYI ANDA KE DOKTER untuk diperiksakan. Pendarahan di dalam otak hanya dapat diobati jika anda segera memberitahukan kepada dokter bahwa anda baru saja mengguncang bayi anda. Cara ini akan menyelamatkan.



Pada beberapa orang anak bahkan dapat menimbulkan kematian. Ini dikenal dengan shaken-baby-syndrome. Kenapa berbahaya?



1. Bayi memiliki kepala lebih besar dibandingkan dengan anggota tubuh yang lain, dan otot lehernya masih lemah. Jika diguncang, kepalanya akan tersentak ke depan dan ke belakang.

2. Sentakan-sentakan itu akan mengguncang otak dan merusaknya.

3. Pembuluh darah kecilnya akan ikut rusak, menimbulkan pendarahan di otak dan sekitarnya, dan juga di mata bayi.


Resiko terbesar adalah pada bayi dibawah satu tahun, tapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi di usia yang lebih besar. Yang harus diwaspadai adalah guncangan-guncangan ini dapat terjadi justru ketika kita asyik bermain dengan sang bayi.



Karenanya ada beberapa permainan dan aktivitas yang harus dihindari untuk mencegahnya, antara lain:

1. Melempar bayi ke udara.

2. Lari-lari sambil membawa bayi di punggung atau di kepala.

3. Kuda-kudaan (bayi naik ke punggung, naik ke kaki dan digoyang-goyang).

4. Memutar bayi.

Jangan lupa mengingatkan orang-orang di sekitar sang bayi , seperti saudara-saudaranya, pengasuhnya, kakek-neneknya, untuk tidak mengguncang bayi.


Sumber : www.kaskus.us
Read More..

Saturday, June 4, 2011

Manfaat Pijat Bagi Bunda Dan Si Kecil

Manfaat Bagi Bunda
  • Menurut suatu penelitian, ibu yang memijat bayinya akan memproduksi ASI lebih banyak. Dan sebagian besar dari mereka akan mengalami perembesan air susu pada buah dada ketika tidak menyusui.sehingga pijat dapat memperbesar kemungkinan para ibu, termasuk ibu bekerja, untuk dapat memberikan ASI pada si kecil secara optimal.
  • Membantu ibu lebih santai,lebih mengenal,sekaligus mempererat hubungan dan komunikasi dengan si kecil.

Manfaat Bagi Si Kecil
  • Bayi yang dipijat umumnya dapat tidur dengan lelap,dan ketika bangun tidur, daya konsentrasinya akan meningkat.
  • Memberi rasa aman pada si kecil karena ia merasakan adanya kedekatan hubungan batin antara ibu dan dirinya. Rasa aman ini kelak akan membentuk si kecil menjadi manusia yang punya pribadi baik,tangguh, mandiri, mencintai dan percaya pada lingkungan.
  • Merangsang peredaran darah si  kecil serta menambah energi karena gelombang oksigen yang segar akan lebih banyak dikirim ke otak dan ke seluruh tubuh.




Read More..

Friday, May 27, 2011

Hari-hari Pertamaku Bersama Si Kecil

Hari-hari pertama bersama si Kecil sudah tentu mendatangkan berbagai perasaan tersendiri. Senang, khawatir, sekaligus lelah datang silih berganti...
  • Senang, karena akhirnya si buah hati yang dinanti-nanti akhirnya tiba di pelukan.
  • Khawatir, karena Bunda dihadapkan pada sosok mungil yang masih sangat peka dan rentan, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus agar dapat tumbuh sehat dan tidak mudah sakit.
  • Lelah, karena hari-hari Bunda akan dipadati dengan berbagai kegiatan rutin merawat si Kecil yang tiada habisnya.
Agar Bunda tak terlalu panik menghadapi hari-hari pertama bersama si Kecil, Bunda perlu membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang cara perawatan si Kecil di masa awal kehidupannya.

Nantikan Tips Seputar Perawatan Bayi di postingan Bunda Firzan berikutnya...
Read More..